Menurut sejumlah saksi mata, korban sedang berjalan kaki melintasi rel setelah sebelumnya duduk-duduk dekat pangkalan ojek yang jauh dari lokasi kejadian. Beberapa saat ia beranjak, terdengar suara kereta ngerem. Sesaat kemudian tubuh lelaki malang itu hancur disambar kereta dari Surabaya menuju Semarang.
"Korban berjalan kaki dari arah utara, menyebrangi rel kereta api di sebelah barat persimpangan yang berjarak sekitar 20 meter tanpa ada yang mengetahui. Sesaat kemudian ada kereta dari arah timur dengan kecepatan tinggi menabrak korban hingga anggota badannya berceceran," ungkap Sakur, salah satu warga di lokasi kejadian.
Menurutnya, sebelum kejadian korban sempat terlihat masih duduk bersama banyak tukang ojek yang berada di perempatan jalan. Tak lama kemudian korban berjalan dan tahu-tahu ada kereta dari timur dengan membunyikan klakson.
"Spontan warga yang mengetahuinya berteriak memanggil. Tapi karena jarak kereta dengan korban sudah dekat, dia pun langsung terseret hingga 50 meter setelah ditabrak kereta," ujarnya.
Melihat itu, warga berusaha mendekat dan mengumpulkan bagian tubuh korban yang tercecer. Termasuk sejumlah petugas kepolisian yang tiba di lokasi juga ikut mengevakuasi jenazah korban. Sayangnya, warga mengaku tidak ada yang mengenal siapa korban, dan dari tubuhnya juga belum ditemukan identitas.
"Jenazah korban sudah kita evakuasi ke kamar jenazah RSUD Bojonegoro. Namun, kita masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengetahui identitas korban yang tewas ditabrak kereta ini," terang Kapolsek Balen AKP Susilo Teguh.
Pihaknya juga mengaku masih melakukan penyidikan guna mengungkap apakah korban tewas karena kecelakaan atau memang sengaja bunuh diri.
(fat/fat)










































