"Saya sudah mendatangi RSI Mabarrot tetapi tidak ada nama adik saya di sana," kata Sunarkan kepada detiksurabaya.com di kamar mayat RSUD Ibnu Sina, Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo, Jumat (20/5/2011).
Karena itu Sunarkan dan Prapto segera mendatangi kamar mayat RSU dr Soetomo. Awalnya mereka tidak mengenali kedua mayat tersebut. Tapi setelah meneliti dan mendengar keterangan dari para wartawan, keduanya yakin jika mayat itu adalah Umi dan Siti.
"Yang pasti Siti itu anaknya kecil dan hidungnya pesek. Dan itu sesuai dengan ciri mayat," kata Sunarkan.
Awalnya Sunarkan dan Prapto masih ragu dengan nama Mar'atus yang muncul. Tapi setelah diketahui jika Mar'atus sedang dirawat di RSU dr Soetomo, yakinlah mereka jika mayat itu adalah Umi dan Siti.
Sunarkan mengatakan Umi masih berstatus sebagai mahasiswa Unesa jurusan Pendidikan Ekonomi. Saat ini anak pertama dari dua bersaudara pasangan M. Rondi dan Suwarsih itu tengah menempuh semester 4.
Sedangkan Siti juga berstatus sebagai mahasiswa IAIN Sunan Ampel jurusan Tarbiyah. Putri pasangan Mustaman dan Suyati itu masih kuliah semester 2.
"Mereka dalam perjalanan pulang," lanjut Sunarkan.
Sunarkan mengaku tidak ada firasat apa-apa. Yang pasti tadi pagi adik bungsunya tersebut menelpon dan meminta untuk menjemputnya. "Cak, aku engko papaken nang Dukun (Mas, saya nanti dijemput di Dukun)," ujar Sunarkan menirukan ucapan adiknya.
Tak lama kemudian datanglah Rondi, ayah Umi. Di pintu masuk ruang jenazah, Rondi meraung-raung meratapi kepergian anaknya. Rondi yang ingin melihat jenazah anaknya segera dicegah oleh keluargnya. Rondi yang histeris dan sudah lemas itu pun lantas didudukkan. Keluarga yang lain segera menenangkan.
Kepastian jika kedua mayat itu adalah Umi dan Siti segera diketahui saat petugas unit laka lantas Polres Gresik datang ke kamar mayat meminta visum. Setelah dicocokkan dengan data yang ada, mayat yang hangus terbujur kaku di kamar jenazah adalah mayat Umi dan Siti.
"Mar'atus dirawat di RSU dr Soetomo jadi kedua mayat itu adalah Umi dan Siti," kata Bripka A. Kholiq.
Sebelumnya, angkutan umum (Angkot) L 300 jurusan Gresik-Dukun terbakar di Jalan Raya Desa Masangan, Bungah, Gresik, terguling setelah menghindari trotoar sekitar pukul 13.00 WIB.
Tiba-tiba di bagian mobil warna merah itu muncul percikan api dan akhirnya membakar seluruh mobil. Dari 9 penumpang, dua orang terjebak di dalam mobil dan terbakar. Sedangkan penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
(iwd/fat)
