Rumah Dilempar Bondet, Warga Pasuruan Marah

Rumah Dilempar Bondet, Warga Pasuruan Marah

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 18:09 WIB
Rumah Dilempar Bondet, Warga Pasuruan Marah
Pasuruan - Segerombolan pria bercadar bersenjatakan pedang dan kapak merusak sebuah rumah milik, Arkam (45) menggunakan bondet. Kejadian ini membuat warga Desa Trewung Kecamatan Grati, Pasuruan marah-marah dan meminta agar polisi bertidak tegas.

"Pokoknya harus ada yang dihukum. Kalau tidak saya sendiri yang siap carok," kata Arkam saat seorang polisi dari Polsek Grati membujuknya berdamai dengan para pelaku pukul 14.00 WIB, Kamis (19/5/2011).

Peristiwa pengrusakan itu dilakukan pelaku, Kamis (19/5/2011) dini hari. Saat itu gerombolan pria bertopeng terdiri dari 10 orang datang ke rumah Arkam. Diantara mereka ada yang memakai helm, topeng dan cadar.

Menurut Arkam, para pelaku langsung masuk ke dalam rumahnya dan memanggil-manggil anak keduanya, Hadius (15). "Sepertinya mereka berniat membunuh anak saya karena mereka ada yang membawa pedang, celurit dan ada juga yang bawa kapak," tutur Arkam.

Karena takut, kata dia, Hadius melarikan diri hingga ke kebun tebu yang ada di sebelah rumahnya. Karena yang mereka cari tidak ada, para pelaku kalap. Gerombolan ini langsung merusak rumah Arkam dengan cara membondetnya. Mereka juga merusak motor dan memecahkan kaca rumah Arkam.

"Saat itu saya berada di mushola di samping rumah. Karena jumlah mereka banyak, saya hanya diam saja," ujarnya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengaku jika dia mengenali salah satu pelaku pembodetan rumahnya. Karena itu ia meminta kepada polisi agar segera menangkap pelaku dan menghukumnya. "Saya kenal salah satunya, namanya Suis. Kalau polisi tidak mau menghukumnya, saya sendiri yang akan melakukannya," pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Grati AKP Teguh Taviarno mengatakan jika pihaknya sudah menangkap beberapa pelaku. Meski begitu pihaknya mencoba mencarikan jalan damai di antara kedua belah pihak.

"Kami menduga motif dendam lama. Maka dari itu saya mencoba mendamaikannya. Selain itu, anak buah saya sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk ditindak lebih lanjut," kata Teguh.

(fat/fat)
Berita Terkait