"Ada banyak informasi simpang siur penyebab kebakaran, tetapi yang lebih berhak menganalisa dan meneliti adalah tim labfor," kata Kapolsek Menganti, AKP Dedi Iskandar, saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (18/5/2011).
Dedi mengatakan yang terbakar bukanlah gudang thiner melainkan gudang bahan yang di dalamnya juga terdapat thiner. Selain thiner, gudang itu juga berisi bahan lain seperti kertas, kardus dan juga spons.
Dedi menambahkan bahwa hingga pukul 13.00 WIB, api belum bisa dipadamkan. Namun api sudah bisa dilokalisir sehingga tidak akan merembet ke bangunan lain. Paling tidak, kata Dedi, pemadaman akan membutuhkan waktu satu jam.
"Setelah itu akan kami lakukan pembasahan," tambah Dedi.
Lebih lanjut Dedi menerangkan bahwa seluruh bahan yang ada di gudang seluas 20 x 20 meter itu habis seluruhnya. Atap gudang yang terbuat dari besi juga melengkung terkena panas api.
Dari informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi akibat percikan api las dari salah seorang pekerja las. Saat itu, pekerja las tersebut sedang melakukan pengelasan dalam rangkaian membuat ruang baru.
Pengelasan itu melubangi tembok besi yang terhubung ke gudang bahan. Saat melakukan pengelasan, percikan api las memercik ke spons yang tidak anti bakar. Akibatnya sudah bisa diketahui, percikan api las membakar spons dan merambat ke bahan lain yang mudah terbakar sehingga menyebabkan kebakaran besar.
"Informasi itu juga ada tetapi kami belum melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Saat ini kami fokus pada pemadaman api dahulu," tandas Dedi.
(iwd/fat)











































