"Iya kami tetap datang pada kongres nanti. Tujuannya untuk menanyakan sanksi yang diberikan kepada kami," beber Manajer Persema Asmuri dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon genggamnya, Rabu (18/5/2011).
Menurut Asmuri, pemberlakukan sanksi bagi Persema itu perlu ditanyakan karena membuat hak suara mereka dicabut, dan oleh karena itu mereka tak diundang untuk Kongres.
"Kehadiran kami, juga meminta sanksi itu dicabut. Karena ini menyangkut nasib Persema," jelasnya.
Persema dijatuhi sanksi pada rapat kerja PSSI di Bali akhir Januari lalu. Tim milik Pemerintah Kota Malang ini dituding menyalahi aturan, dikarenakan merumput di Liga Primer Indonesia (LPI).
Ditanya siapa yang didukung Persema sebagai calon Ketum PSSI apabila mengantongi undangan, Asmuri enggan berkomentar.
"Kami hanya ingin tanyakan nasib Persema. Yang lain, kami tak ikut campur," jawabnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Arema, M. Nur, ditunjuk sebagai perwakilan Arema dalam kongres nanti. Penunjukan itu sempat menimbulkan perdebatan karena sebelumnya tak ada komunikasi antara yayasan dengan manajemen.
"Sesuai dengan undangan, Pak Nur yang ditunjuk untuk hadir dalam kongres," ujar Pelaksana Harian Arema Indonesia, Abriadi Muhara, saat dihubungi terpisah.
(bdh/bdh)











































