Perhiasan kalung 17 gram dan anting yang dipakainya pun raib dibawa perampok.
Kejadian itu diketahui setelah cucu korban, Ria (19) dan langsung menghubungi saudara korban, Arifin.
Kepada Arifin, Ria mengaku jika ada perampok yang masuk ke rumahnya dan mengikat neneknya. Tanpa pikir panjang, Arifin pun mengajak beberapa warga untuk mendatangi rumah korban. Saat sampai di rumah korban, warga menemukan korban sudah meregang nyawa dalam keadaan tangan diikat dan mulut keluar darah.
"Si Ria telpon kalau ada yang masuk ke rumahnya," kata Arifin saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (18/5/2011).
Menurut Arifin, saat kejadian, Selasa (17/5/2011) dini hari, Ria dan kedua temannya sedang tidur di kamarnya. Ria sengaja mengajak dua temannya menginap di rumahnya karena ayah dan ibunya, Romli dan Jamilah sedang tour Walisongo.
"Pada pukul setengah satu (00.30 WIB), pintu kamar Ria diketuk seseorang. Saat dibuka, ternyata yang mengetuk pintu adalah neneknya. Saat itu, neneknya dalam kondisi tangan terikat dengan nafas tersengal. Mulutnya juga keluar darah," cerita Arifin.
Sayang, lanjutnya, warga terlambat. Korban sudah meregang nyawa saat warga tiba di lokasi kejadian.
Menurut keterangan yang dihimpum di TKP, korban diduga tewas karena dicekik perampok. Belum diketahui berapa jumlah perampok, namun dari pantauan di TKP, perampok tersebut masuk rumah lewat jendela belakang.
Sementara Kasubbag Humas Polres Pasuruan, AKP Bambang HS menegaskan jika kasus tersebut sedang dalam penyelidikan.
"Kami masih lakukan penyelidikan. Belum diketahui berapa perampok yang masuk ke rumah korban saat kejadian," kata AKP Bambang saat dikonfirmasi wartawan.
(fat/fat)










































