"Meski nggak bekerja tetapi kami tidak diperbolehkan pulang," kata Yunita, salah satu karyawan bagian laci kotak kepada detiksurabaya.com saat istirahat makan siang di lokasi pabrik, Jalan Raya Kepatihan, Rabu (18/5/2011).
Yunita mengaku bahwa kebakaran tersebut sangat mengganggu para karyawan. Hawa panas yang ditimbulkan membuat suhu yang panas bertambah panas. Yunita menambahkan bahwa kebakaran yang berasal dari gudang thiner itu semakin merambat ke ruangan yang lain.
Api dari gudang saat ini sudah merambat ke ruangan ukir, packing, sample, finishing dan bengkel. Bahkan kantor untuk para pekerja ekspatriat pun juga turut terbakar meski hanya sebagian.
"Kebakaran itu cepat merambat karena selain berisi thiner, gudang itu juga berisi benda lain yang mudah terbakar seperti cat, kardus dan gabus," tambah Yunita.
Sementara dari pengamatan detiksurabaya.com, jam istirahat makan siang justru digunakan sebagian karyawan untuk pulang dengan alasan menganggur. Sebelum jam makan siang, mereka memang tidak bisa pulang karena tidak diperbolehkan keluar pabrik. Tetapi setelah diperbolehkan keluar saat jam makan siang, para karyawan tersebut justru pulang.
"Daripada nganggur, mending pulang," kata salah satu karyawan dari atas truk yang ditumpanginya.
(iwd/fat)











































