"Konvoi mereka memenuhi ruas jalan dari dua arah dan membuat angkot saya terhenti. Saya dan beberapa sopir lainnya tadi membubarkan mereka," kata Wardi (42), seorang sopir bus jurusan Mojokerto-Pasuruan kepada detiksurabaya.com di lokasi, Rabu (18/5/2011).
Dari pengamatan detiksurabaya.com, sekitar pukul 09.30 WIB, ratusan siswa melakukan konvoi dengan aksi coret baju dari arah Kota Mojokerto. Sesampai di Perempatan Pasinan arah Pasuruan, konvoi mereka dibubarkan beberapa sopir angkutan umum.
Bahkan adu pukul antara kedua pihak pun tidak terhindarkan. Para siswa yang menolak bubar dipukuli dengan tangan kosong dan kayu oleh beberapa pengguna jalan. Karena tidak terima, para siswa membalas memukul dan melempari batu ke arah kerumunan pengguna jalan.
"Bubar-bubar, ini jalan umum, bukan jalannya bapakmu," teriak salah satu pengguna jalan yang berkepala cepak.
Meski jumlah peserta konvoi sangat banyak, namun mereka akhirnya dibuat kalang kabut oleh pengguna jalan. "Masak lulusan SMA modelnya seperti preman jalanan. Kalau ada lagi saya bubarkan," teriak salah satu pengguna jalan yang terlihat memakai training dan berkepala cepak.
Pantauan detiksurabaya.com, dalam kejadian ini, tidak ada satu pun petugas kepolisian. Bahkan sebelum kericuhan terjadi, beberapa peserta konvoi yang diikuti siswa-siswi ini terlihat asyik merokok. Bahkan, seorang siswi berdiri di atas motor dengan berkacamata hitam dan merokok.
"Kita tidak tahu mereka dari sekolahan mana. Kalau tidak tertib ya dibubarkan saja," pungkas Wardi.
Aksi adu pukul ini sempat membuat arus lalu lintas dari arah Mojokerto dan Pasuruan padat merayap selama beberapa menit. Beberapa warga sekitar jalan juga terlihat memenuhi jalan untuk melihat kericuhan tersebut.
(fat/fat)










































