Kondisi paling mencolok terjadi di Dusun Pager Desa Arjowinangun. Masyarakat pun mulai resah. Sebab, selain menghabiskan daun tanaman kedondong dan pisang, ulat bulu juga mulai masuk ke rumah warga.
"Kira-kira sudah semingguan ulat-ulat ini mulai menyerang," ujar Panut, warga setempat kepada wartawan di rumahnya, Senin (16/5/2011).
Panut menuturkan, selama ini dirinya belum pernah melihat adanya serangan ulat seperti yang terjadi saat ini. Meskipun baru beberapa hari muncul, namun perkembang biakan hewan dengan kepala dan ekor berwarna coklat kemerahan itu relatif cepat.
Demikian pula dengan tanaman yang jadi mangsanya. Hanya dalam hitungan jam, pohon kedondong yang sebelumnya rindang menjadi gundul dan hanya menyisakan dahan. Sedangkan untuk daun pisang tampak menggulung dan kering.
Akibat serangan ulat bulu itu pun, warga harus kerja ekstra. Yakni dengan sering-sering menyapu lokasi sekitar rumah. Apalagi, setelah kehabisan makanan berupa dedauan, ulat bulu banyak yang menjalar ke dalam rumah.
"Ya harus sering-sering disapu. Apalagi saya punya anak kecil. Kasihan kalau kena, kan bisa gatal," tutur Sumarsih, warga lainnya.
Dikonfirmasi detiksurabaya.com, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Pacitan, Pamuji membenarkan adanya serangan ulat bulu di wilayahnya. Secara resmi, dinasnya juga telah menerima laporan.
Hanya saja, dari pemantauan selama ini hama tersebut hanya menyerang tanaman keras. Sehingga relatif tidak berdampak untuk tanaman pangan.
"Pemantauan oleh petugas di lapangan makin kita intensifkan. Secara umum memang kita sudah melakukan kewaspadaan terkait organisme pengganggu tanaman, termasuk diantaranya ancaman wereng," katanya.
(fat/fat)











































