Salah satu warga yang menerima SMS itu yakni Ahmad Fauzi (28) warga Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. "SMS ini sudah saya dapat 5 hari lalu," kata Fauzi kepada detiksurabaya.com, Sabtu (14/5/2011).
Fauzi yang berprofesi sebagai penjual teh tradisional di Pasar Tanjung Kota Mojokerto ini mengaku sudah hampir seminggu ini penghasilannya menurun akibat maraknya SMS tersebut. "Banyak orang yang mau beli tapi tidak jadi. Mereka mengatai teh saya teh hipnotis," keluh Fauzi.
SMS itu berisi: "Ass..Info: bila dijlan/drmah ada yg nawarin daun teh atau produk lain China sejenis&diminta m'ncium wanginya JANGAN COBA2 TURUTI karna didlm'y trdpat OBAT BIUS.Bgitu cium langsung trhipnotis. Sasaran kaum muslim. Tlng sebarkan k keluarga/agar hati2. Waspadalah trmakasih...".
Sementara Kasubag Humas Polresta Mojokerto, AKP Sriyono membenarkan adanya SMS tersebut. Dalam SMS tersebut, masyarakat diharapkan waspada terhadap sales-sales teh tradisional China yang mendatangi rumah-rumah yang menawarkan produknya dengan cara calon konsumen disuruh mencium aroma teh.
"SMS tersebut berisi imbauan terhadap hipnotis dengan media aroma teh. Modusnya, penjual menyuruh pembeli mencium aroma teh tersebut," kata Sriyono kepada detiksurabaya.com di Mapolresta Mojokerto Jalan Bhayangkara.
Menurutnya, SMS tersebut sudah seminggu ini marak beredar dari HP warga di Kota Mojokerto. Tak terkecuali beberapa anggota polisi di Polresta Mojokerto.
Sriyono menjelaskan, meski sejauh ini belum ada korban, namun dikhawatirkan akibat beredarnya SMS tersebut akan berdampak pada para pedagang teh tradisional China di Kota Mojokerto. "Kita khawatir pedagang teh nantinya penghasilannya menurun akibat sms tersebut," katanya.
Hingga kini, lanjut Sriyono, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait beradarnya SMS tersbut. "Memang sangat sulit untuk mengungkap sumber SMS ini. Tapi minimal kita bisa meyakinkan masyarakat jika SMS tersebut hanya omong kosong," pungkas Sriyono.
(fat/fat)











































