Banjir yang merendam ratusan rumah itu membuat ruas jalur antara Desa Banyuputih Lor menuju ke wilayah Kecamatan Randuagung melalui Jalan Desa Umbul, putus.
Kepala Desa Banyuputih Lor Suwono mengungkapkan bahwa banjir ini disebabkan debit air guyuran hujan yang sangat tinggi. Kondisi ini kerap terjadi di wilayahnya.
"Jangankan hujan lama, setengah jam saja ratusan Kepala Keluarga (KK) di tiga Dusun yang ada di Desa saya, masing-masing Dusun Krajan I, Krajan II dan Dusun Gladak Serang langsung terendam banjir, kata Kades Suwono saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (13/5/2011).
Banjir yang melada wilayahnya, kata dia, disebabkan buruknya saluran drainase atau saluran pembuangan (got) yang ada di desanya.
"Akibatnya, tingkat resapan air dengan pembuangan ke sungai besar, jadi tersendat. Hingga dampaknya air cepat naik ke permukaan dan merendam pemukiman penduduk di tiga dusun wilayah Desa Banyuputih Lor. Saya belum menghitung rumah yang terendam, namun sekitar lebih dari 100 rumah yang kebanjiran. Ketinggian air sampai 1 meter. Coba saja lewat ke jalur pintas ke wilayah Randuagung, pasti sulit karena juga banjir," bebernya.
Suwono menjelaskan, kondisi banjir di wilayahnya sudah dilaporkan ke Pemkab Lumajang. Saat itu dijanjikan akan dibangun pagar penahan air di sungai sekaligus perbaikan sistem drainase yang ada di desa tersebut.
"Namun, sampai sekarang rencana itu belum terealisasi. Makanya, kami berharap pemkab segera turun tangan untuk melakukan pemagaran atau penanggulan sungai dan perbaikan sistem drainase yang ada. Jika tidak, masyarakat saya yang akan terdampak luapan air setap kali hujan turun," pungkasnya.
(fat/fat)











































