Rumah tersebut sehari-hari ditempati Suhartono dan ibunya, Kamsiah. Hasil penyisiran ditemukan 9 bom molotov dengan botol berisi bensin dan sumbu dari kain.
"Saat tidur, tiba-tiba terdengar genting pecah beberapa kali. Setelah saya cek, ternyata akibat dilempari bom molotov," kata Suhartono.
Takut terjadi, apa-apa dia langsung melaporkan peristiwa ini ke polsek setempat. Tak sampai lama, sejumlah polisi pun tiba di lokasi kejadian.
Petugas sendiri langsung memberi garis polisi untuk mengamankan lokasi. Selain itu dikerahkan tim gegana dari Kompi Detasemen c Brimob Polda Jatim, untuk melakukan penyisiran lokasi.
"Sampai sekarang ini kami masih bingung. Ada apa sebenarnya. Memang rumah saya sering kali banyak pemuda. Tapi mereka hanya bermain PS (Play Station). Dan selama ini juga tidak ada masalah, serta saya juga tidak punya musuh," sambung Hartono yang di rumahnya juga menyewakan 4 unit PS tersebut.
Hingga saat ini, rumah tersebut masih dalam penjagaan ketat petugas kepolisian. Termasuk sejumlah tim gegana juga masih terus melakukan penyisiran lokasi.
Menurut Kapolsek Kanor Kompol Margono, dari hasil penyisiran sejauh ini telah ditemukan 9 molotov atau botol berisi bensin dan sumbu kain. Tapi, pihaknya belum bisa memastikan motif dan menyimpulkan peristiwa ini.
(fat/fat)











































