Menurut ketua PMII Lamongan, Bahrul Ulum, aksi kubur diri ini dilakukan sebagai bentuk protes mahasiswa atas pembangunan gedung baru DPRD yang menghabiskan dana sebesar Rp. 29 Miliar tersebut.
Bahrul mengungkapkan, banyak pihak telah melakukan protes pembangunan gedung baru tersebut, tetapi tidak pernah dihiraukan sama sekali. "Dengan kubur diri ini kami menyatakan bahwa lokasi pembangunan gedung ini layak dikatakan sebagai tempat pemakaman hati nurani anggota DPRD, karena hati nurani mereka telah mati," ujar Bahrul di Jl. Basuki Rahmat Lamongan, Kamis (12/5/2011).
Aksi kubur diri itu sendiri diikuti oleh dua orang mahasiswa. Mereka mengubur diri dengan dibantu rekan-rekannya mereka sesama aktivis mahasiswa. Selain itu, mereka juga menempelkan karton yang bertuliskan "Tempat Pemakaman" sebagai nisan dua aktivis yang melakukan aksi kubur diri.
Lebih jauh, Bahrul mengngkapkan, pembangunan gedung baru menunjukkan jika anggota DPRD Lamongan telah mati hati nuraninya saat melihat penderitaan rakyat. "Alangkah lebih baiknya kalau anggaran sebesar Rp 29 M itu diperuntukan bagi pembangunan infrastruktur yang rusak lainnya," tandasnya.
Setelah mengubur diri, para mahasiswa ini juga melakukan aksi tabur bunga di atas pusara mahasiswa dan juga menggelar doa seperti layaknya mengubur jenasah.
"Kengototan DPR untuk membangun gedung baru, mulai dari pusat hingga daerah, merupakan bukti konkret bahwa anggota dewan tuli akan tuntutan masyarakat," pungkas Bahrul.
(bdh/bdh)










































