Kepala Desa Juruan Laok Kecamatan Batuputih, Sumenep, Ashbari menjelaskan, korban sudah dua kali menjadi sasaran bom.
"Namun yang pertama, menggunakan bom ikan (bondet) dan tidak meledak," terang Ashbari kepada detiksurabaya.com dihubungi via telepon selelurnya, Kamis (12/5/2011).
Informasi yang berkembang, korban dituduh mempunyai ilmu santet, sehingga menjadi sasaran pembunuhan dengan cara menggunakan bahan peledak. Warga menuduh korban mempunyai ilmu hitam tersebut hanya berdasarkan mimpi dan ada tetangga yang sering sakit.
"Warga ada yang mimipi korban. Lalu sakit. Mereka menduga korban mempunyai ilmu santet," ujarnya.
Ashbari mengaku merasa kasihan dengan peristiwa yang menimpa korban, sebab setiap harinya hanya bekerja sebagai petani dan tidak berbuat masalah dengan lingkungan. "Jadi, saya berharap pada warga, agar tidak mudah terprofokasi apalagi sampai main hakin sendiri," ucapnya.
(fat/fat)











































