IDB menggalang kerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama, Kementrian Keuangan, dan Bappenas untuk pengembangan kampus secara fisik maupun akademik.
UIN Maliki salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk mendapatkan dana bantuan sebesar U$ 567 juta, yang diberikan secara bertahap sejak Tahun 2002 hingga 2006. Dari bantuan itu, UIN Maliki dapat memiliki 16 unit fasilitas laboratorium untuk semua fakultas. Salah satunya laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi yang dilengkapi peralatan canggih.
"Mengingat pentingnya Sains dan teknologi dalam pembangunan sosial ekonomi, maka IDB berupaya untuk meningkatkan dukungan terhadap pengembangan bidang sains dan teknologi kepada negara anggota IDB," kata Presiden IDB Dr. Ahmad Mohamed Ali melalui siaran persnya.
Dia menambahkan, dukungan dan bantuan dana dari IDB ini, dikhususkan untuk pengembangan fasilitas gedung dan infratruktur untuk aplikasi sains dan teknologi. Dia berharap sokongan ini bisa melahirkan para elit ilmiah terkemuka di negara-negara anggota. Demikian juga bantuan IDB kepada UIN Maliki ini. "Diharapkan akan ada temuan-temuan baru yang bermanfaat bagi kemajuan sains dan teknologi dan berguna bagi masyarakat luas," bebernya.
Sementara Rektor UIN Maliki Prof Imam Suprayogo mengaku, sangat berterima kasih atas kerjasama yang diberikan IDB kepada perguruan tingginya. Dia mengharapkan dana bantuan fase kedua dapat terealisasi dalam waktu dekat. Bantuan fase kedua akan difokuskan bagi pengembangan kampus III, untuk ilmu kesehatan dan pendidikan kejuruan.
"Bantuan fase pertama telah kita gunakan untuk membangun 16 laboratorium. Semoga fase kedua bisa segera terwujud," tegasnya.
Dia mengungkapkan, melalui kerjasama ini, telah memungkinkan UIN Maliki berkembang menjadi kampus modern yang bercitaucita menjadi center of excellence dan center of islamic civilization, serta sekaligus mengimplementasikan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. "Upaya kita mewujudkan Islam rahmat li al-alamin," akunya.
Usai melihat langsung bentuk fisik dari bantuan, Presiden IDB Dr Ahmad Ali datang didampingi B.J. Habibie meneruskan dengan memberikan kuliah tamu. Sampai kini kuliah tamu digelar di lantai lima gedung rektorat masih berlangsung.
(bdh/bdh)











































