Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu meminta oknum polisi yang melakukan pemukulan segera ditindak secara hukum. Hal itu disampaikan wagub usai menghadiri acara silaturahim para ulama di Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah Desa Raci Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.
"Kita musti menghormati dan menghargai profesi wartawan. Sungguh tidak elok kalau kita melukai wartawan, kata Wagub kepada detiksurabaya.com, Selasa (10/5/2011).
Menurut Wagub, wartawan harus didekati, diajak melihat fakta-fakta yang ada. Karena masyarakat membutuhkan informasi yang benar dari wartawan.
"Saya meminta supaya yang melukai wartawan segera ditindak secara hukum," tegas wagub.
Seperti yang diberitakan, pembubaran perayaan Falun Gong oleh polisi di Jalan Sedap Malam diwarnai insiden. Lukman Rozaq, Seorang reporter Trans7 menjadi korban pemukulan oleh 5 anggota polisi unit tangkal Polrestabes Surabaya, pada Sabtu (7/5/2011).
Akibat pemukulan itu, pelipis pria berperawakan kurus itu berdarah. Lukman juga mengaku bagian lain tubuhnya juga merasa sakit akibat terkena pukul.
Bahkan, wartawan lain yang juga melakukan peliputan juga dikasari oleh polisi. selain kena dorong dan diteriaki agar insiden itu tidak diliput, kamera yang mereka bawa juga ditepis dengan kasarnya. Hal itu diakui oleh Septa Rudianto, wartawan El Shinta Joko, wartawan TVRI dan juga Wahyu, wartawan JTV.
(fat/fat)











































