Balita Tewas Tersiram Minyak Goreng

Balita Tewas Tersiram Minyak Goreng

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2011 13:32 WIB
Pamekasan - Jangan biarkan anak-anak bermain di dapur jika tidak ingin kejadian yang menimpa 2 bocah di Pamekasan. Madura menimpa anak Anda. Karena asyik bermain kejar-kejaran di dapur, dua bocah ini tersiram minyak goreng.

Akibatnya, Firda, bocah berumur 3 tahun ini tewas dengan luka bakar mencapai 80 persen. Sedangkan Faikatul (6), kakaknya, harus dilarikan ke rumah sakit karena punggungnya mengalami luka bakar.

Musibah ini terjadi saat kedua putri pasangan Babun (36) dan Nurhasanah (28), warga Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Pameksan itu, bermula saat keduanya asyik bermain kejar-kejaran. Saking asiknya bermain, kedua kakak adik itu malah berlarian dari depan rumah menuju dapur di belakang rumah.

Melihat kedua anaknya berlarian di dapur, Nurhasanah sempat menegur kedua putrinya itu. Apalagi Nurhasanah sedang menggoreng ikan. Dasar anak-anak, larangan ibunya itu tak diindahkan.

Firda dan Faikatul terus berlarian mengelilingi tungku kayu bakar. Saking asiknya bermain, kaki Faikatul tak sengaja menginjak ujung kayu bakar. Sentakan yang keras itu pun membuat ujung kayu bakar di dalam tungku memuntahkan wajan berisi minyak goreng panas.

"Naas, minyak goreng itupun tertumpah ke wajah dan dada hingga paha Firda. Firda terluka parah dan akhirnya meninggal saat dilarikan ke Puskesmas Waru," kata Supriyadi, kerabat korban kepada wartawan yang menemuinya di UGD RSU Pamekasan, Selasa (10/5/2011).

Supriyadi yang ikut mendampingi Faikatul saat dikirim ke UGD RSU Pamekasan, mengatakan, Firda yang meninggal itupun akhirnya dikuburkan Selasa pagi itu juga. Sedangkan Faikatul harus dirawat karena punggungnya terluka bakar sekitar 30 persen.

Menurut Supriyadi, kedua keponakannya itu bermain di dapur ibunya, karena Faikatul sedang libur sekolah karena sekolahnya sedang melaksanakan ujian nasional.

Secara terpisah, Kabaghumas Pemkab Pamekasan, Fajar Santosa, mengatakan, mendengar musibah warganya, pak bupati langsung menemui rumah duka di Tlonto Ares dan memberikan bantuan.

Fajar menambahkan, Bupati Kholilurrahman juga menanggung seluruh biaya pengobatan Faikatul. "Termasuk jika Faikatul dirujuk ke rumah sakit Surabaya." tandas Fajar.

(bdh/bdh)
Berita Terkait