"Aremania sudah waktunya dilibatkan di jajaran manajemen atau pengurus. Karena selama ini mereka telah memberikan kontribusi nyata terhadap Arema," kata tokoh masyarakat Kabupaten Malang M.Geng Wahyudi saat berbincang dengan detikSport, Jumat (6/5/2011).
Menurutnya, peran Aremania tidak dapat dihilangkan terkait eksistensi Arema di kancah sepakbola tanah air. Kontribusi mereka sangat besar, sangat disayangkan bila ditinggalkan begitu saja. "Ada hak suara dari Aremania memilih pengurus atau manajemen. Agar bila terjadi masalah. Mereka (aremania,red) bisa mempertanyakan," bebernya.
Arema selama ini dikenal mempunyai basis supoter yang loyal yang siap memberikan kontribusi nyata kepada tim kesayangannya. Melihat kondisi keuangan Arema sekarang, tak ayal Aremania hanya menjadi sapi perahan manajemen. Kontribusi itu juga dinikmati Pemerintah Kabupaten Malang. Dari pendapatan yang bersumber dari retribusi tiket penonton.
"Pemkab juga ikut menikmati, dari PAD yang dihasilkan. Seharusnya dengan masalah di Arema ini. Ikut memikirkan bagaimana solusi yang terbaik. Anggap saja ini aset yang terancam," papar Geng.
Kini juara bertahan Liga Super Indonesia (ISL) itu menunggu pengelola baru, yang diharapkan bisa membawa tim lebih baik. Terkait wacana penjualan Arema ini, Geng mendukung sepenuhnya. Asal dalam catatan pengelola baru tidak menjadikan Arema sebagai sumber mencari keuntungan pribadi.
"Kalau untuk bisnis atau demi keuntungan semata akan seperti ini selamanya," jelas dia.
Geng menilai bahwa upaya memperbaiki keuangan tim Singo Edan dengan menawarkan kepada khalayak merupakan langkah tegas. Tujuannya agar masalah tim tidak makin berlarut dan bila masalah semakin rumit maka berpotensi mengancam loyalitas dari Aremania.
Dia mencontohkan, animo Aremania terlihat menurun di beberapa laga Arema terakhir saat bermain di kandang. Hal ini sebagai gambaran nyata, masalah di manajemen, berimbas pada pola pikir dari Aremania sendiri.
"Siapa gak malas nonton, jika timnya diurus orang tidak jelas kepentingannya itu," katanya. Dia memprediksi kondisi ini akan semakin parah, bila masalah di manajemen tidak terselesaikan.
(fat/fat)











































