bayi.
"Usianya kira-kira 35 tahunan. Saya tidak begitu hafal ciri-cirinya karena saat itu saya dalam kondisi antara sadar dan tidak," ujar Setyowati kepada wartawan di rumahnya, Kamis (5/5/2011).
Ketika didatangi kedua orang tersebut, Setyowati mengaku kaget. Apalagi dia tidak mengenali wajah mereka. Bahkan, saat kedua orang aneh itu menyerahkan bayi, dirinya sempat tidak mau menerimanya. Hanya saja, tangan ibu muda itu tak kuasa menolak saat sesosok bayi mungil berjenis perempuan diserahkan kepadanya.
Selang beberapa saat kemudian, kedua orang misterius tersebut berpamitan. Setyowati pun bermaksud menyerahkan kembali bayi di pelukannya. Namun baru sampai di depan pintu kakinya melangkah, si pemberi bayi sudah hilang di kegelapan malam.
"Mereka nitip minta anaknya saya besarkan. Katanya mau dimasukkan ke rahim saya melalui ubun-ubun," imbuhnya gemetaran.
Usai mengalami peristiwa mistis melalui mimpi, Setyowati mendadak pusing hebat. Rasa sakit di kepala itu kian memuncak hingga dirinya tak sadarkan diri.
Tentu saja, melihat istrinya pingsan, suaminya bernama Eko Budianto (30) panik. Demikian pula anggota keluarga lainnya bergegas memberikan pertolongan.
"Saya baca istighfar sambil memberi minum istri saya dengan botol susu anak saya, karena di dalam kamar nggak ada gelas," kenang Eko.
Tak hanya terhenti disitu, peristiwa aneh kembali terjadi. Hanya dalam tempo kurang dari satu jam setelah siuman dari pingsan, perut Setyowati kian membesar layaknya orang hamil. Akhirnya, seorang bayi perempuan pun lahir lengkap dengan ketuban dan ari-ari.
"Berbeda dengan kelahiran biasa, ketuban, bayi dan ari-ari keluar bersamaan," tambah Eko yang baru 3 bulan pulang merantau di Kalimantan.
Hingga saat ini, bayi mungil seberat 1,2 kilogram tersebut masih menjalani perawatan khusus di Ruang Dahlia Rumah Sakit Daerah Pacitan dengan ditunggui sang ayah. Sedangkan ibu si bayi diizinkan pulang karena kondisinya berangsur pulih.
(bdh/bdh)











































