Kelima rumah itu adalah milik Pi'i (60) dan Isman (55) di Jalan Lahor Gang II RT 03/RW 04 Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Bagian belakang rumah keduanya ambrol diterjang banjir. Sementara tiga rumah lain adalah milik Miskan (41), Suhadi (45) dan Ngadi Utomo (67), berdiri di Jalan Hamid Rusdi Gang III RT 02/RW 03, masih di kelurahan yang sama.
Menurut pantauan detiksurabaya.com di lokasi, bangunan dari kelima rumah itu putus tepat di bagian belakang. Yang mana di bawahnya mengalir sebuah sungai besar. Pemukiman warga lain juga terancam diterjang banjir, karena berdiri berhimpitan di sepanjang aliran Sungai Lahor.
Kepada detiksurabaya.com saat ditemui di rumahnya, Kamis (5/5/2011) pagi, Pi'i mengaku tanah longsor melanda belakang rumahnya ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Suara gemuruh menggemparkan seluruh penghuni rumah tak langsung beranjak keluar.
"Terdengar keras, karena kami belum tidur waktu itu," kata bapak tiga anak ini.
Kejadian sama juga dialami oleh Isman yang bertetangga dengan Pi'i. Bbagian dapur serta kamar mandi rumahnya ambrol. Untungnya tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya saja kerugian materi ditaksir senilai puluhan juta rupiah.
Warga sekitar kini bergotong royong mengais sisa reruntuhan bangunan dari kelima korban. Para korban sendiri berharap, adanya perhatian dari sejumlah pihak, untuk mendirikan kembali bangunan rumahnya.
"Ini memang tempat tinggal kami dan puluhan tahun di sini. Semoga ada yang mau membantu," harap Isman ditemui bersamaan.
Keduanya mengungkapkan, setiap hujan deras tiba air sungai selalu meluap nyaris merendam bangunan rumahnya, yang berdiri sekitar 6 meter dari permukaan sungai. Mereka menganggap nasib telah membawa mereka untuk tinggal di bantaran sungai. Meskipun setiap saat nyawa menjadi taruhan. "Ini sudah risiko mas," ujar Pi'i.
(fat/fat)










































