"Kondisi air di Bengawan Solo juga terus meningkat. Saat ini papan duga menunjukkan angka 14.90 Philscale. Artinya, Bengawan Solo sudah dalam status siaga II," kata Kasi Penanganan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Sutarjo, Selasa (3/5/2011)
Data yang dihimpun, tercatat sudah ada 12 kecamatan banjir dengan ketinggian air rata-rata 50 cm hingga 1 meter. 12 Kecamatan yang kebanjiran antara lain, Kecamatan Trucuk, Kalitidu, Kota, Balen, Kanor, Ngraho, Baureno, Kecamata Kapas, Malo, Sumberrejo, Dander dan Kecamatan Padangan.
Di setiap kecamatan, rata-rata terdapat puluhan rumah, jalan antar Desa serta ratusan hektar area pertanian yang sudah terendam. Demikian halnya dengan berbagai jalan desa juga sudah terputus akibat banjir.
"Memang, dari laporan sementara sudah ada sebanyak itu daerah yang kebanjiran akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Jumlah rumah yang terendam sudah ratusan dan area pertanian mungkin sudah sampai ribuan hektar. Tapi, kita belum bisa memastikan jumlahnya karena masih menunggu laporan dari masing-masing kecamatan," jelasnya.
Banjir ini sudah datang sejak Senin malam. Dan air terus meningkat setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah dari Senin malam hingga Senin pagi. Akibatnya, Selasa siang tadi air terus meninggi hingga membanjiri berbagai permukiman di Bojonegoro.
(fat/fat)










































