Rumah-rumah terendam banjir dengan ketinggian sampai sepaha orang dewasa, jalan-jalan poros terendam dan tak bisa dilalui kendaraan, serta ratusan hektar area pertanian terancam gagal panen gara-gara terendam banjir.
"Air datang sebenarnya sudah sejak Senin sore. Dan sedikit demi sedikit terus bertambah hingga seperti sekarang ini," kata Dono, salah satu warga Desa Guyangan Kecamatan Trucuk, Bojonegoro yang rumahnya kebanjiran, Selasa (3/5/2011).
Menurutnya, banjir ini akibat Sungai Bengawan Solo tak mampu lagi menampung air yang semakin banyak setelah hujan lebat terus mengguyur sejak Senin malam hingga Selasa dinihari. Dan sejak Selasa pagi, air sudah mulai masuk ke permukiman pendudukan serta menggenani rumah-rumah warga dan jalan desa.
Termasuk gedung SDN Gayungan dan kantor balai desa setempat juga tergenang air dengan ketinggian sekitar 50 cm sejak siang tadi. Beberapa daerah yang kebanjiran itu antara lain Desa Padang, Desa Gayungan, Banjarsar, Desa Trucuk di Kecamatan Trucuk.
"Karena jalan sudah penuh air dan tak bisa dilalui kendaraan, warga terpaksa menggunakan perahu kecil dari kayu untuk melakukan aktivitas," sambung Andi, warga lain yang rumahnya juga telah kebanjiran.
(fat/fat)










































