Kepala Badan Penanggunalan Bencana Daerah (BPBD) Kasiyanto mengaku upaya terus dilakukan. Pihaknya merasa kesulitan dalam pencarian ini lantaran arus air sangat deras dan kondisi Bengawan Solo dalam keadaan banjir.
"Sejak pagi kita terus melakukan pencarian, dan hingga sore ini belum ada satupun korban yang ketemu. Jadi, jumlahnya tetap seperti sebelumnya. Yakni ada 8 orang korban hilang yang belum diketahui keberadaannya sejak kecelakaan perahu tersebut," kata Kasiyanto kepada wartawan, Selasa (3/5/2011).
Selain menerjunkan 10 perahu karet dan belasan perahu warga, pencarian para korban juga melibatkan 100 lebih anggota SAR dari Bojonegoro sendiri serta dari berbagai daerah lain.
Seperti diberitakan, sebuah perahu penyeberangan terbalik saat mengangkut sekitar 30 penumpang di Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Senin (2/5/2011) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Perahu tersebut membawa penumpang yang akan menyeberang dari Desa Mberjo Padang Kecamatan Trucuk menuju Desa Sale, Kecamatan Kalitidu. Perahu itu terbalik setelah menabrak sebuah kayu besar yang terbawa arus sungai.
Dari 30 orang penumpang, 21 orang diantaranya selamat. Sedangkan 1 orang tewas dan 8 lainnya belum ditemukan.
(fat/fat)










































