Peristiwa keracunan itu sendiri terjadi secara berangsur sejak Jumat (29/4/2011) hingga Senin (3/5/2011). Mereka awalnya dirawat di klinik perusahaan, namun akhirnya dibawa ke RSUD Bangil.
"Tiba-tiba saya pusing, mual dan muntah setelah makan soto," kata Gatot, salah seorang korban saat ditemui wartawan di RSUD Bangil, Selasa (3/5/2011).
Hal senada juga diungkapkan korban yang lain, Munif. Ia mengatakan kalau ia merasakan mual tadi malam ketika usai makan soto. Tidak hanya mual, ia pun merasa pusing dan muntah-muntah. "Semalam saya merasakannya (keracunan)," katanya.
Sementara Humas RSUD Bangil, dr Diah Retno Lestari mengakui peristiwa keracunan massal tersebut. "Dari hasil diagnosa memang mereka keracunan bahan makanan," katanya.
Menurutnya, ke-45 karyawan yang keracunan datang ke rumah sakit secara berangsur. Beberapa sudah diizinkan pulang semalam setelah mendapatkan perawatan, beberapa lagi masih dirawat hingga pukul 09.00 WIB tadi.
"33 orang semalam sudah pulang, sedang yang 12 baru pulang jam 9 tadi," katanya.
Sementara itu, keterangan dari pihak kepolisian belum bisa didapatkan karena belum ada laporan resmi dari pihak korban maupun perusahaan terkait insiden tersebut.
"Kami sudah datangi Rumah Sakit. Namun semua korban sudah pulang, jadi belum bisa kita mintai keterangan," kata petugas penyidik Sat Rekrim yang tidak mau namanya disebutkan.
(bdh/bdh)










































