Berkat Helm, Sidik Selamat dari Tragedi Perahu Terbalik di Bengawan Solo

Berkat Helm, Sidik Selamat dari Tragedi Perahu Terbalik di Bengawan Solo

- detikNews
Senin, 02 Mei 2011 15:57 WIB
Berkat Helm, Sidik Selamat dari Tragedi Perahu Terbalik di Bengawan Solo
Bojonegoro - Beberapa korban selamat perahu terbalik di Sungai Bengawan Solo Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, mengaku tak menyangka jika hari ini bakal tenggelam. Saat itu volume air dalam posisi penuh setelah hujan deras kemarin malam.

Korban selama yakni Sidik (50) dan Novitasari (14) warga Desa Padang mengaku punya cerita tersendiri saat berusaha menyelamatkan diri. Kepada detiksurabaya.com saat di pinggir Sungai Bengawan Solo, pria empat anak itu mengaku bisa selamat berkat 2 helm yang mengambang di depannya.

Saat kejadian pukul 06.00 WIB, dirinya naik perahu dengan motornya Honda Karisma. Tiba-tiba ada kayu berdiameter 30 cm di tengah-tengah sungai terbawa arus deras dan menabrak bagian bawah perahu.

"Saat itu perahu langsung pecah dan air masuk ke perahu. Semua penumpang langsung panik dan berteriak. Setelah itu mereka tenggelam dan berusaha menyelamatkan diri," jelas Sidik yang sehari-hari berprofesi sebagai msopir truk, Senin (2/5/2011).

Sadar dirinya ikut tenggelam, dirinya langsung melepas helm dan berusaha berenang. Saat yang bersamaan, dirinya melihat helm yang mengapung miilik orang lain di depannya. Dirinya pun berusaha meraih helm dan berenang bersama dua helm.

"Setelah ada helm saya berusaha berenang mencapai pinggir sungai. Selama beberapa jam saya mencari tepi bengawan agar selamat. Akhirnya warga melihat saya dan segera menolong," kenangnya.

Sementara usaha penyelamatan juga dilakukan oleh Novitasari (14). Siswi kelas 2 MTs Negeri 1 Bojonegoro ini mengaku saat tenggelam, dirinya mengaku melepas sepatu dan tas yang dibawanya agar bisa berenang.

"Setelah berhasil saya lepas, saya naik ke atas dan berpegangan perahu yang sudah terbalik. Saya melambaikan tangan sambil menunggu tim SAR mencari korban. Setelah 1 jam menunggu, saya akhirnya melambaikan tangan dan dibawa ke pinggir sungai," kenangnya.

Saat itu anak bungsu dari 2 bersaudara pasangan Tasram dan Sriamah langsung dibawa pulang ke rumah. "Saya tidak mengalami luka, hanya kedinginan, linu di sekitar tubuh karena berpegangan kayu," jelasnya.

Kabar selamatnya Novitasari dan Sidik membuat haru keluarga yang sudah menunggu di pinggir sungai dengan cemas. Keduanya mengaku sama sekali tidak memiliki firasat. Sebab tiap hari dan bertahun-tahun selalu melewati Sungai Bengawan Solo.


(fat/fat)
Berita Terkait