Penambang Pasir di Jombang Terlibat Saling Tembak dengan Warga

Penambang Pasir di Jombang Terlibat Saling Tembak dengan Warga

- detikNews
Sabtu, 30 Apr 2011 13:51 WIB
Penambang Pasir di Jombang Terlibat Saling Tembak dengan Warga
Jombang - Puluhan warga Desa Sudimoro Kecamatan Megaluh, Jombang, kembali terlibat baku tembak dengan penambang pasir liar di bantaran Sungai Brantas, Sabtu (30/04/2011).

Penyerangan ini dilakukan karena warga resah ancaman banjir. Sebab tanggul sungai mulai rusak. Puluhan warga langsung berlarian menyisir tanggul dengan membawa senapan angin dan ketapel. Mereka menyerang para penambang pasir liar yang menggunakan mesin ponton. Beberapa warga juga terlihat membawa clurit dan pedang.

"Nek kecekel langsung pateni (kalau tertangkap langsung bunuh, red)," teriak salah satu warga ke arah penambang.

Aksi saling tembak dan saling serang ini terjadi saat puluhan warga akan menghentikan aktivitas para penambang. Warga menyerang menggunakan ketapel dan senapan angin.

Namun dibalas dengan sejumlah tembakan oleh para penambang. Bahkan beberapa warga sempat lari tunggang langgang karena aksi saling tembak dua kubu tidak terkendali.

Dari pantauan detiksurabaya.com, jumlah penambang kalah banyak dengan warga akhirnya belasan perahu penambang yang sedang beroperasi memilih kabur dan menepikan perahunya ke sisi seberang Sungai Brantas.

Warga setempat mengaku, sejumlah titik tanggul Sungai Brantas di wilayah desa setempat mulai mengalami longsor dan rusak. Warga mulai cemas akan besarnya potensi banjir bandang dari dampak penambangan pasir dengan mesin ponton. Selain itu, warga mengeluhkan tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk menindak penambang pasir tersebut.

"Tindakan ini sudah kita lakukan 4 kali, pemerintah Kabupaten Jombang tak juga menindak penambang liar ini, padahal kondisi tanggul memperihatinkan," kata Sugiono (39), warga Sudimoro kepada detiksurabaya.com di lokasi.

(fat/fat)
Berita Terkait