Adi Saputra, Bocah 10 Tahun Pernah Dipasung di Pinggir Jalan

Adi Saputra, Bocah 10 Tahun Pernah Dipasung di Pinggir Jalan

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2011 16:59 WIB
Adi Saputra, Bocah 10 Tahun Pernah Dipasung di Pinggir Jalan
Pasuruan - Kisah Adi Saputra (10), bocah asal Desa Kedawang Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, memiliki cerita yang lebih memilukan sebelumnya. Sebelum dipasung di bibir pantai rumah neneknya, Adi Saputra pernah dipasung di pinggir jalan.

"Saat itu ia masih diasuh bibinya," kata nenek Adi Saputra, Jamiah (53) kepada detiksurabaya.com, Kamis (28/4/2011) di rumahnya.

Sebelum Adi diasuh oleh Jamiah, bocah malang ini dititipkan ibunya ke bibi Adi, Fatimah. Karena saat itu ibu Adi, Yulia memilih bekerja sebagai TKW. Namun karena Fatimah menikah, Adi dititipkan ke Jamiah. Sejak saat itu dia tinggal bersamanya neneknya di sebuah rumah yang terletak di tepi pantai.

Dalam asuhan bibinya, kata Jamiah, Adi pernah diikat di luar rumah. Karena rumah bibinya berada di dekat Jalan Raya Nguling, tepatnya di Desa/Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, Adi pun harus merasakan kebisingan suara mesin kendaraan siang dan malam.

"Ia pernah diikat di luar rumah, kepanasan dan kedinginan," tutur Jamiah mengenang apa yang dialami Adi beberapa tahun silam.

Kondisi memprihatinkan yang dialami Adi sempat mendapat perhatian beberapa kalangan. Pada tahun 2006, saat masih dalam asuhan bibinya Adi sempat mendapatkan perawatan intensif di RSU dr Soetomo Surabaya selama 2 bulan. Dari hasil pemeriksaan, Adi memang mengalami hiperaktif.

Saat itu kondisi Adi sempat membaik. Namun karena bibinya menikah, hak asuh Adi dan adiknya diserahkan kepada neneknya. Sehingga yang mengurus pengobatan tidak ada lagi. Sejak saat itu pengobatan Adi terhenti. Perilaku Adi pun semakin tidak terkontrol.

Dalam asuhan Jamiah, nasib Adi tidak berubah menjadi lebih baik, malah semakin buruk. Hiperaktif yang dialami Adi semakin parah sehingga dia harus dipasung di dalam kamar yang gelap. Sementara kondisi ekonomi yang kekurangan dan ketidaktahuan, membuat Jamiah tidak mampu melakukan apapun guna kesembuhan Adi.

Yang bisa neneknya lakukan hanya memasung dan 'memenjarakan' Adi agar tidak menyusahkan dan tidak menggangu orang lain. "Saya ngak bisa berbuat apa-apa lagi," ungkapnya.

Entah sampai kapan penderitaan yang dialami Adi akan berakhir dan tidak dipasung lagi. Sementara Jamiah hanyalah nenek renta yang bekerja sebagai pencari kerang dan penjual ikan dan harus merawat tiga orang sekaligus. Adi, ayahnya yang terkena stroke dan adiknya, Irfan juga masih kecil.

"Buat makan saja masih bingung kok mau mikir ngobati Adi, uang dari mana?" keluh Jamiah.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini