Dicerai Istri, Penjaga Asta Tinggi Gantung Diri

Dicerai Istri, Penjaga Asta Tinggi Gantung Diri

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2011 16:15 WIB
Sumenep - Diduga stres setelah menerima surat cerai dari istrinya, seorang penjaga Asta Tinggi (Pemakaman raja-raja Sumenep) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Korban bernama, Slamet (52) warga Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep. Korban tewas dan pertama kali ditemukan kakaknya sendiri dengan leher terjerat tali tampar dipojok lemari kamar pribadinya.

Pihak kepolisian setempat yang mendapat laporan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Dokter kepolisian (Dokpol) Polres Sumenep, dr Basri mengatakan, diduga kuat korban gantung diri. "Dari kemaluan korban terdapat sperma dan lidah menjulur," kata Basri usai melakukan olah TKP di rumah korban, Kamis (28/4/2011).

Untuk kepentingan penyelidikan polisi, korban dikirim ke RSD dr Moh Anwar Sumenep.

Sementara Kepala Desa Pandian, Madani Nurul Imam membenarkan jika korban bunuh diri setelah menerima surat cerai dari istrinya yang dikeluarkan Pengadilan Agama (PA) Sumenep.

"Saya menduga korban stres karena dicerai istrinya," katanya di lokasi.

Selama pisah ranjang dengan istrinya, kakak korban selalu mengirim nasi, baik untuk makan pagi, siang dan malam. "Saat mengirim nasi untuk makan siang itulah, korban ditemukan tewas dengan leher terikat tali tampar," tandasnya.

(fat/fat)
Berita Terkait