Dengan didampingi Rektor UMM Muhajir Efendi, kapolda menemui satu persatu para korban yang didampingi anggota keluarga masing-masing.
"Ini agenda kapolda untuk ketemu dengan korban, juga memberikan kuliah tamu," ujar Humas UMM, Nazrulloh kepada detiksurabaya.com di sela acara.
Pertemuan kapolda dengan para korban cuci otak hanya berjalan singkat dan tertutup untuk media. Setelah bertemu kapolda memberikan kuliah tamu tentang pemahaman beragama. Menurut kapolda, ajaran atau doktrin NII, sungguh menyesatkan. Karena para pelaku hanya menginginkan harta benda korbannya.
Pemahaman agama, hanya dijadikan jalan untuk menipu calon korbannya. "NII itu menyesatkan, itu harus dipahami," tutur mantan Kapolwil Besuki ini.
Tatap muka kapolda bersama para korban ini juga dimanfaatkan untuk meminta keterangan dari korban secara langsung. Hal ini sebagai bahan penyelidikan petugas, dalam mengungkap jaringan pelaku penipuan berkedok agama ini.
"Sekaligus kami tadi meminta keterangan kepada korban, secara tertulis," tambah Wadireskrim Polda Jatim, AKBP Daniel Tahi Monang Silitonga saat mendampingi kapolda kepada detiksurabaya.com.
(bdh/bdh)










































