Warga Balung Gatel, Desa Karang Wedoro, Kecamatan Turi, Lamongan ini nekad menabrakkan diri ke kereta api di perlintasan kereta tak berpalang pintu di Desa Surabayan, Kecamatan Sukodadi, Kamis (28/4/2011) .
Dugaan Masyur bunuh diri diketahui dari sebuah surat wasiat yang ditemukan dari saku celana korban. Surat wasiat tersebut isinya meminta maaf kepada orangtuanya karena dirinya dan keluarganya selalu menyusahkan orang tuanya.
Mayat korban pertama kali ditemukann oleh Hartono, warga Desa Surabayan yang kebetulan melihat korban tergeletak di pinggir rel KA. "Begitu melihat mayat saya langsung melaporkan ke polisi," katanya.
Tiba di lokasi kejadian, petugas Kepolisian Sektor Sukodadi kemudian melihat kondisi korban. Diketahui, korban tewas dengan luka patah pada tangan bagian kirinya.
Setelah melakukan olah TKP, polisi kemudian membawa mayat korban ke kamar mayat RSUD dr Soegiri.
(bdh/bdh)










































