Tanggul sepanjang 25 meter yang jebol itu terjadi pukul 18.30 Wib, Rabu (27/4/2011). Hingga Pukul 01.25 Wib, Kamis (28/4/2011), tanggul pengaman lumpur itu belum ada perbaikan.
Petugas Divisi Gas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) siaga di lokasi melakukan pemantauan. Selain itu, lokasi juga sudah dipasang alat penerangan dan pagar pengamanan police line.
Tanggul yang jebol itu, pantauan detiksurabaya.com, berjarak sekitar 400 meter dari rel kereta api dan Jalan Raya Porong.
Menurut petugas keamanan BPLS yang ada di lokasi menyebutkan satu unit eksavator menjadi korban. "Di atas tanggul standby eksavator. Saat jebol, terdorong lumpur dan tenggelam di kolam lumpur," kata seorang petugas yang ditemui di lokasi.
Beruntung di dalam eksavator itu tidak ada petugasnya. Sehingga korban jiwa tidak timbul. Belum diketahui penyebab jebolnya tanggul tersebut. Namun informasi yang beredar, tanggul itu tak kuat menahan volume lumpur yang makin besar.
(gik/gik)










































