Siswi kelas 1 SDN Kertagenah Laok 3 ini mengaku cukup senang mendapat bantuan dari pembaca. Ia pun tak canggung untuk mencoba berjalan setelah kaki palsu buatan Sugeng, spesialis kaki palsu asal Mojokerto, Rabu (27/4/2011).
Ali Makki, ayah Dewi tak mampu menyembunyikan kegembiraannya melihat putrinya
berjalan dengan bantuan dua kaki palsu. "Saya hanya bisa menguncapkan terima kasih
banyak kepada para dermawan yang peduli pada anak saya," kata Ali Makki.
Sugeng, sang pembuat kaki palsu yang pernah diundang Kick Andy itu berpesan bahwa Dewi harus terus belajar menyeimbangkan cara jalan saat menggunakan kaki palsu tersebut.
"Minimal sehari dipakai selama satu jam," terang Sugeng.
Dewi memang butuh penyesuaian supaya lebih luwes dan nyaman. "Ia tidak sabar pakai kaki palsunya, bahkan ia minta sepatu juga," tambah Ali sambil tertawa melihat tingkah putrinya tersebut.
Dewi yang pernah berpikiran untuk memakai kaki sapi untuk kakinya ini tak henti-hentinya minta sekolah. "Ayo Pak pulang, besok aku sekolah," ujar Dewi kepada bapaknya.
Seperti diberitakan, Dewi yang kedua kakinya buntung, sempat merengek ke orangtuanya minta agar dibelikan kaki sapi. Kaki sapi itu lalu diminta disambungkan ke pangkal paha kanan dan pangkal lutut kiri yang buntung sejak lahir.
Dewi yang tinggal di Dusun Gunung Malang Desa Gagah, Kecamatan Kadur itu, memang cacat sejak lahir. Kaki kanannya buntung dari pangkal paha dan kaki kiri buntung dari pangkal lutut. Jemari kedua telapak tangannya tumbuh tak sempurna
Meski cacat, Dewi tak patah semangat. Di pagi hari hingga siang, Dewi rajin bersekolah. Malahan, Dewi terbilang anak cerdas di kelasnya. Pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika selalu mendapat nilai 10.
Sepulang sekolah, Dewi tak jarang membantu ibunya memecah batu. Batu gunung dipecah kecil untuk batu cor. Dari membantu memecah batu itu, Dewi bisa menambah
penghasilan keluarga.
"Dengan bantuan kaki palsu itu, semoga Dewi bisa berjalan seperti teman-teman
sebayanya dan menjadi manusia yang berguna di masa mendatang," harap Marsihah, ibunda Dewi.
Biaya pembuatan kaki palsu untuk Dewi ini digalang komunitas pembaca detiksurabaya.com untuk Dewi yang tergabung dalam Detik Surabaya Community
(DSC). Dana yang terkumpul Rp 11.700.000.
Setelah digunakan untuk biaya kaki palsu dan akomodasi orangtua dan Dewi dari Pamekasan ke Mojokerto dua kali, sisa sumbangan sebesar Rp 8 juta diserahkan DSC
untuk biaya pendidikan.
"Semoga bermanfaat untuk biaya pendidikan dan keperluan Dewi," kata Agung 'Sepung' Wigianto didampingi Achmad Lutfi, mewakili DSC saat menyerahkan bantuan pembaca kepada orangtua Dewi. Selama dua kali ke Mojokerto, dua anggota DSC tersebut juga ikut melakukan pendampingan.
"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada pembaca semuanya," kata Agung.
(gik/gik)










































