Keberadaan tas mencurigakan itu pertama kali ditemukan seorang warga, Subenu (45). Dia mengaku tas itu diketahui Rabu (27/4/2011) saat dirinya akan pergi ke pasar..
"Takut itu bom, kami lapor ke polisi," jelas Subenu kepada wartawan di lokasi.
Polisi yang mendapat laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi tas. Polres Malang Kota juga mendatangkan tim gegana dari
Brimobda Ampeldento.
Dari pemeriksaan melalui metal detector, terdengar suara detakan jarum jam, dalam tas koper itu. Tas kemudian dibawa ke Markas Brimobda Ampeldento untuk dilakukan penguraian.
"Setelah diurai tas tersebut berisi spanduk kain serta kaos," kata Kapolres Malang AKBP Agus Salim saat dikonfirmasi.
Dia memastikan, bahwa di dalam tas itu tidak ditemukan bahan peledak maupun unsur logam. Jadinya murni tas itu, hanya sebuah teror untuk mengacaukan situasi keamanan warga setempat.
Dia mengharapkan, masyarakat tetap tenang pasca teror tas yang hanya berisi kain spanduk. Jika menemukan barang mencurigakan, segera melapor ke polisi.
"Peran aktif masyarakat, masih kita butuhkan," paparnya.
(fat/fat)











































