"Kami terpaksa menghentikan pemilu raya ini. Demi keamanan," kata Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan UIN Maliki Agus Maimun ditemui detiksurabaya.com di ruang kerjanya, Selasa (26/4/2011).
Penghentian ini juga telah disampaikan kepada kedua calon yang maju. Hingga ditemukan hasil dari rapat tingkat rektor serta senat dalam waktu dekat ini. "Rapat akan kita gelar, untuk memutuskan masalah, tidak bisa sekarang. Karena pak rektor masih di luar kota," jelasnya.
Ditanya terkait bentrok mahasiswanya, Agus mengungkapkan masalah muncul setelah kubu Partai Pencerahan yang mengusung calonnya Ilham menemukan adanya kecurangan dalam proses pemilu raya itu. Sementara kubu Partai Kebangkitan Demokrasi Mahasiswa, meminta pemilu raya tetap digelar.
"Kami tidak bisa memutuskan, karena takut dianggap tidak independen. Makanya perlu rapat dengan rektor," bebernya.
Agus menambahkan, sejak tahun 2000 mahasiswa mendirikan negara berbentuk republik mahasiswa di internal kampus. Ada beberapa mahasiswa kemudian mendirikan partai untuk maju sebagai pemimpin melalui pemilu raya. Selama ini rektorat hanya sebagai pengawas dalam struktur pemerintahan ala mahasiswa itu.
Namun ke depan akan dikaji kembali terkait pendirian negara ala mahasiswa ini. "Kalau bisa jangan ada partai. Karena itu memicu adanya konflik. Kita akan evaluasi nanti," paparnya.
Selama menunggu keputusan rektor, dua kubu dilarang melakukan aksi serta proses pemilu juga dihentikan. Sebelumnya dua kubu calon terlibat tawuran saat pencoblosan digelar, siang tadi. Aparat keamanan kampus serta kepolisian, sekuat tenaga melerai kubu yang bersitegang.
Kericuhan kembali terjadi ketika kedua kubu memaksa masuk ke dalam ruang rektorat. Guna menuntut sikap tegas rektorat. Beruntung kericuhan berhasil diredam, dan perwakilan dua kubu diajak duduk bersama, untuk memecahkan masalah, bersama Pembantu Rektor III dan polisi.
(fat/fat)










































