"Sifatnya masih observasi. Kami kenalkan dulu dunia sekolah, biar anaknya tidak kaget," kata Lilik Rusmaliandri, pekerja sosial di panti asuhan Tunas Harapan sekaligus menjadi perawat Adit, saat ditemui detiksurabaya.com di RSUD Nganjuk, Senin (25/4/2011).
Lilik menambahkan, jika dianggap tepat Adit akan secepatnya didaftarkan sebagai siswa di TK Pertiwi. Pendaftarannya akan dilakukan tanpa menunggu datangnya tahun ajaran baru.
"Untuk menjaga mentalnya juga. Nanti anaknya sudah cocok kalau tidak segera dapat seragam justru bisa berakibat tidak baik. Untuk itu kalau memang dia suka sekolah, secepatnya akan kami daftarkan," sambungnya.
Untuk seluruh biaya pendidikan Adit, pihak panti asuhan akan menanggungnya secara penuh hingga jenjang pendidikan SMA. Sumber dana diambil dari anggaran yang dialokasikan untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur selaku pengelola panti.
Dia mengaku perkembangan mental Adit selama di panti asuhan, sangat baik. Hanya di hari pertama masuk dia sedikit kaget, seterusnya sudah bisa beradaptasi secara baik dengan lingkungan dan teman-teman sesama penghuni.
"Tapi sesekali masih saja ajak jenguk ibunya di rumah sakit, seperti sekarang ini. Biar dia tidak merasa dipisahkan," tegas wanita yang dipanggil Bunda.
(fat/fat)










































