Sebelum menyerang kebun Haryono, hama ulat bulu ini menyerang beberapa tanaman di tepi jalan. Jumlahnya mencapai ribuan, tepatnya di wilayah RT/RW 03.
Menurut Haryono, serangan ulat bulu diketahui sejak Kamis (14/4/2011) lalu, kala itu beberapa tanaman singkongnya, banyak dikerumuni ulat. Padahal, sejak menanam singkong dirinya tak pernah melihat kejadian ini.
Haryono bersama warga sekitar memilih untuk segera memunasnakan hama ulat bulu itu dengan alat seadanya. Seperti menyiram oli ke tanaman. "Kami siram oli, biar ulat itu mati, dan tak kembali menyerang," terangnya kepada wartawan, Minggu (24/4/2011).
Serangan hama ulat bulu ini membuat panik pemerintah Kota Batu, yang langsung melakukan tindakan.
Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota
Batu, Heru Sulihadi, mengatakan, jenis dari ulat yang menyerang di Desa Oro-Oro Ombo itu sama persis yang pernah terjadi Kota Malang dan Kabupaten Malang, serta daerah lain.
"Jenisnya sama dengan daerah lain dan tidak berbahaya. Namun, khusus di sini ulat bulu menyerang singkong dan ceri," katanya dihubungi melalui telpon genggamnya.
Ulat bulu itu, lanjut dia, menyerang tanaman yang masih muda. Tunas-tunas pohon diserang hingga habis. Sementara agar jumlahnya tidak semakin bertambah, sambung Heru, pihaknya langsung melakukan menyemprotkan menggunakan insektisida. "Secara merata sudah kami semprot," tegasnya.
Diharapkan penyemprotan ini mematikan populasi ulat bulu yang menyerang tanaman warga. Dirinya mengimbau masyarakat tidak panik, atas serangan ulat bulu ini. Karena ulat bulu itu tak berbahaya.
"Jangan takut dengan ulat bulu, karena kita sudah melakukan tindakan," paparnya.
(fat/fat)










































