TNI Ikut Selidiki Kasus 'Cuci Otak' Mahasiswa di Malang

TNI Ikut Selidiki Kasus 'Cuci Otak' Mahasiswa di Malang

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2011 16:12 WIB
TNI Ikut Selidiki Kasus Cuci Otak Mahasiswa di Malang
Malang - Doktrin ideologi negara Islam yang diduga dilakukan pelaku pencucian otak menimpa sembilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memaksa Kodim 0833 Kota Malang ikut turun tangan. Alasannya karena sudah menyangkut keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita ikut serta menyelidiki kasus ini, namun dalam tataran doktrin ideologi yang dilakukan pelaku. Soal penipuan itu ranah polisi," tegas Dandim 0833 Kota Malang Letkol (Arh) Wahyu Jiantono dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon genggamnya, Rabu (20/4/2011) siang.

Dalam penyelidikan ini, lanjut dia, pihaknya juga bekerjasama dengan aparat kepolisian. Hingga pembuktian doktrin ideologi pelaku, masih ditelusuri.

"Memang kuat, latar belakang kasus ini ke arah penipuan. Namun, dalam modusnya pelaku memberikan pemahaman anti NKRI. Itu yang kita selidiki," ujar dia mengulang.

Dia tak memungkiri adanya dugaan, para pelaku akan mengembangkan jaringan untuk mewujudkan negara baru. Dalam kasus ini Negara Islam Indonesia (NII), atau Negara Serikat Islam (NSI). "Ada dugaan ke arah situ, makanya kita ikut menyelidiki," tuturnya.

Dia menambahkan, jaringan atau kelompok 'radikal' tak menutup kemungkinan melakukan misinya di wilayah kerjanya, ataupun di daerah lain. Guna menyusun kekuatan untuk menumbangkan negara yang diakui. "Kalau sudah begitu, kita musuhnya," tandasnya.

Dia mengungkapkan, dari aksinya para pelaku disinyalir kuat membawa dan membangun kelompok anti kemapanan. Dengan merekrut anggota baru, sebagai sasaran mahasiswa baru. Selain itu juga bertujuan menggoyang keamanan di Kota Malang, yang selama ini dipandang kondusif.

"Mereka bisa dibilang membawa misi anti kemapanan, buktinya dengan menyampaikan doktrin anti NKRI. Dan akan membuat Malang tidak kondusif, dengan misi yang dibawah. Masalah ini tidak boleh dibiarkan, harus segera dilakukan tindakan," paparnya.

Pembuktian kini tengah dikejar Kodim 0833 Kota Malang mengenai perlawanan terhadap kedaulatan NKRI, oleh para pelaku. "Penyelidikan masih kita lakukan, dengan meminta keterangan kepada orang yangterkait masalah ini," imbuhnya.

(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini