Gus Ipul: Gerakan NII Harus Kita Waspadai Bersama

Gus Ipul: Gerakan NII Harus Kita Waspadai Bersama

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2011 15:38 WIB
Gus Ipul: Gerakan NII Harus Kita Waspadai Bersama
Lumajang - Merebaknya kabar adanya 10 mahasiswa yang kuliah di Kota Malang menjadi korban pencucian otak oleh jaringan gerakan Negara Islam Indonesia (NII), mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov Jatim.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang akrab di sapa Gus Ipul dalam kunjungan kerjanya di Pendopo Kabupaten Lumajang, Rabu (20/4/2011), menyebutkan jika pihaknya telah mendapatkan laporan seputar peristiwa yang dialami mahasiswa Malang yang diduga menjadi korban pencucian otak itu.

Meski, Gus Ipul sendiri menyatakan, pihaknya belum mendapatkan kejelasan apa sebenarnya yang dialami oleh mahasiswa tersebut. Hanya saja, Pemprov Jatim menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kabar dugaan pencucian otak yang dialami mahasiswa yang dilakukan Gerakan NII itu kepada aparat Kepolisian.

"Ya itu kami serahkan kepada polisi untuk menyelidikinya. Sejauh ini, saya baru mendapatkan laporan tertulis yang menyebutkan jika peristiwa di Malang itu sudah dilaporkan ke polisi," kata Gus Ipul didampingi Bupati Lumajang DR Sjahrazad Masdar dan Wakil Bupati Lumajang Drs H As’at Malik, Mag.

Gus Ipul berharap kasus yang menimpa mahasiswa UMM, termasuk masih adanya satu orang yang belum diketahui keberadaannya bisa cepat diungkap. "Atau juga mereka kemana. Kami belum mendapatkan laporan yang persis. Semuanya kami serahkan kepada aparat kepolisian untuk menyelidikinya,"beber Gus Ipul ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com.

Seputar munculnya dugaan gerakan NII mulai merebak di Jawa Timur yang dimulai dari kabar pencucian otak Mahasiswa Malang ini, Gus Ipul menegaskan, bahwa jika hal itu benar maka akan menjadi ancaman bahaya yang sangat besar bagi NKRI.

"Jika ini dibiarkan, bisa nggak karu-karuan. Paham yang salah ini bisa jadi merebak kemana-mana. Paham salah ini harus kita diluruskan," tegas Gus Ipul.

Untuk itu Gus Ipul meminta para tokoh ulama, masyarakat, kalangan akademisi di kampus, pemuda dan lainnya harus berperan aktif melakukan pelurusan paham yang salah itu. Semuanya harus turun gunung untuk membenahi hal ini.

"Kita nanti akan melakukan koordinasi dengan akademisi. Makanya, dari dulu kita menghidupkan ormas-ormas seperti HMI, PMII, GMNI dan lainnya adalah bagian untuk mengeliminir hal itu. Gerakan NII ini patut kita waspadai bersama," tandas mantan Ketua Umum GP Ansor ini.

Termasuk juga, Pemprov Jatim kata Gus Ipul akan melakukan pertemuan dengan aparat keamanan, baik Polri maupun TNI secara sinergis untuk menangani hal ini. "Yang penting, kita perlu kerja bersama, kerja raksasa untuk kepentingan kesatuan Indonesia," tambahnya.

Sebagai langkah nyata, Gus Ipul mencontohkan, dalam rangka kunjungan kerjanya di Lumajang, ia langsung mengumpulkan para kyai, ulama dari berbagai Ponpes, kalangan mahasiswa dan Ormas untuk berbincang santai di Panti PKK Kabupaten Lumajang.

"Tadi saya berbincang dengan berbagai elemen masyarakat di Lumajang. Ini sebagai salah-satu upaya kami untuk meminta peran serta masyarakat. Agar paham yang salah seperti NII, termasuk aksi kekerasan dan radikalisasi dengan pengebomam dengan alasan Jihad tidak terjadi di Jawa Timur," sambungnya.

Gus Ipul sendiri menyebutkan, ia telah meminta para kyai dan ulama turun gunung guna membenahi aqidah yang salah yang dianut kalangan tertentu. "Kita perlu bekerja sistematis, kerja bersama untuk memahamkan bahwa Islam di Indoensia ini Islam yang damai dan anti kekerasan," pungkasnya.

(gik/gik)
Berita Terkait