Seorang Mahasiswa Universitas Negeri Malang Dilaporkan Hilang

Seorang Mahasiswa Universitas Negeri Malang Dilaporkan Hilang

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2011 00:01 WIB
Seorang Mahasiswa Universitas Negeri Malang Dilaporkan Hilang
Malang - Seorang mahasiswa Universitas Negeri Malang juga dikabarkan hilang tanpa jejak. Sayangnya identitas mahasiswa itu belum diketahui. Kabar tersebut terungkap setelah orangtua mahasiswa itu menghubungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

"Tadi ada yang menghubungi kami, menanyakan keberadaan anaknya yang mahasiswa UM," ujar Humas UMM Nazrulloh saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (19/4/2011) malam.

Menurut Nazrulloh, orang tua mahasiswa itu menghubungi dirinya dengan maksud menanyakan apakah putranya juga menjadi korban kelompok pencucian otak.

"Mereka mau tanya, apakah anaknya juga jadi korban. Karena mereka telah kehilangan kontak," bebernya. Kemungkinan, kata Nazrulloh, orangtua mahasiswa itu mengetahui jika ada 9 mahasiswa UMM yang juga menjadi korban sehingga bisa dikorek keterangan tentang adanya mahasiswa kampus lain yang ikut bergabung.

Dosen Fisip UMM ini kemudian menyarankan, orang tua mahasiswa belum diketahui identitasnya itu melapor ke aparat kepolisian.  Selain itu, karena tak mengetahui informasi hilangnya mahasiswa UM itu, pihaknya juga menyampaikan, agar mereka mencari keberadaan putranya dengan menggali informasi kepada rekan-rekan terdekat.

"Kami jawab tidak tahu. Karena kami hanya mengidentifikasi mahasiswa kami sendiri," paparnya.

Dari informasi yang dihimpun, mahasiswa yang dilaporkan hilang itu berasal dari Gresik, bernama Agung P.

Aparat kepolisian sendiri tengah menyelidiki adanya kasus pencucian otak dengan sasaran korbannya mahasiswa baru. Polres Malang Kota juga melibatkan Polda Jatim dalam penyelidikan ini.

Diberitakan, 10 mahasiswa di Kota Malang diduga kuat sudah menjadi korban pencucian otak. Mereka diberikan pemahaman jika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu kafir.

Dari informasi yang dihimpun, ke-10 korban terdiri dari, 9 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan 1 Mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw). Namun Unibraw masih belum bisa memastikan satu mahasiswi yang disebut-sebut tersebut berasal dari kampusnya.

Doktrin ideologi itu diberikan para pelaku ke para korban melalui diskusi kecil yang digelar di sebuah mal di jantung Kota Malang.

Tak hanya itu para korban juga diminta menyerahkan uang Rp 10 juta dengan dalih biaya pembaitan di Jakarta oleh kelompok yang masih dalam penyelidikan tersebut.

Dari 9 mahasiwa UMM itu, hanya satu yang belum ditemukan keberadaannya hingga sekarang. Posisi Mahatir Rizki (19) masih misterius. Namun mendadak, mahasiswa semester II jurusan IT menghubungi keluarganya yang tinggal di tempat asalnya, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (19/4/2011), malam.

Ia mengabarkan dirinya baik-baik dan sudah hidup dengan tenang tanpa menyebut lokasi tinggalnya. Rizki juga menolak permintaan orangtuanya agar kembali ke bangku kuliah.


(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini