"Kita serahkan ke pemerintah. Kita harapkan seperti negara lain, yang disandera itu bisa dilepaskan dalam keadaan selamat," ujar Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf kepada wartawan usai membuka acara Kompas Gramedia Fair di gedung Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Rabu (13/4/2011).
Wagub yang biasa disapa Gus Ipul mengatakan, Pemrov Jatim tidak bisa melakukan tindakan penyelamatan terhadap sandera. Alasannya, pemerintah pusat sudah menangani permasalahan tersebut.
"Kita mengikuti saja karena semua sedang bergerak ke sana. Kita doakan, mudah-mudahan bisa cepat kemabali dengan selamat," jelasnya.
Seperti diinformasikan sebelumnya, Kapal MV Sinar Kudus dibajak perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Rotterdam, Belanda, tangga 16 Maret 2011 lalu.
Kapal yang diawaki oleh 30 ABK, 20 diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) itu bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai di Rotterdam 34 hari setelah keberangkatan.
Dari nilai tebusan awal yang diminta sebesar US$ 2,5 juta, para perompak terus meningkatkannya hingga US$ 9 juta atau setara dengan Rp 77 miliar, dengan alasan proses negosiasi yang berjalan alot.
Akibat dari poembajakan yang tak kunjung dibebaskan tersebut, 20 ABK menderita sejumlah panyakit. 14 Diantaranya bahkan terserang diare dan seorang ABK dikabarkan dalam kondisi kritis.
(bdh/bdh)










































