Dipimpin langsung Wadanki Iptu Edi Suyono, tim gegana menyisir setiap sudut kampus di Ngumpakdalem, Bojonegoro tersebut menggunakan perlalatan lengkap. Terutama, beberapa ruang di lantai dua. Kendati demikian, pihak kepolisian belum bisa memastikan keberadaan bom tersebut.
"Petugas masih melakukan penyisiran. Kita belum bisa menjelaskan apa-apa terkait masalah ini," kata Kapolsek Dander AKP Pasuyanto di lokasi, Rabu (13/4/2011).
Sementara adanya teror bom ini, lokasi kampus telah disterilkan. Sekitar 700 mahasiswa juga telah dipulangkan oleh pihak kampus setelah menerima teror bom lewat telpon siang sekitar pukul 12.30 WIB tadi.
"Mendengar ada bom, kami langsung keluar ruangan. Tapi, seperti apa kebenarannya kami juga belum tahu. Yang jelas, para mahasiwa pada takut dan berhamburan keluar," ujar Ifa, salah satu mahasiswa.
Seperti diberitakan, kampus di jalan Kiai Arrosyid, Ngumpakdalem, Bojonegoro tersebut menerima teror lewat telpon yang diterima Ngadi selaku TU (Tata Usaha). Dalam telpon itu, si penelpon mengaku seorang petugas kepolsian dan meminta agar gedung dikosongkan karena ada bom.
(fat/fat)











































