Diduga pelaku pemain lama. Sebab, modusnya mirip antara aksi kejahatan yang satu dengan lainnya. Yakni bermodus menggangsir tembok lalu menguras isi rumah. Persis seperti yang dilakukan pada 3 toko di Jalan Trunojoyo.
Kali ini yang menjadi korban adalah rumah Tono (42) di Kelurahan Kangenan dan selang 2 jam menggasak rumah Munif (58), seorang pensiunan PNS yang tinggal di Desa Nylabu Laok.
Kepada petugas jaga Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Tono mengatakan kehilangan hewan piaraan berupa burung berkicau aduan seharga Rp 15 juta. "Tetangga saya hanya menemukan sangkarnya yang dibuang di pinggir jalan," kata Tono, Rabu (13/4/2011).
Sedangkan Munif harus merelakan kehilangan 2 unit sepeda motor miliknya. Motor Suzuki Satria M 5567 AF dan Honda Supra M 6697 AC raib. "Padahal, Suzuki Satria itu milik kerabat yang dititpkan di rumah saya," ujar Munif.
Kedua peristiwa ini diperkirakan terjadi pukul 01.30 WIB dan pukul 03.40 WIB, Rabu (13/4/2011). Dan baru diketahui kehilangan usai adzan subuh. "Saya dibangunkan para tetangga saat mereka melihat ada lubang besar di dinding samping rumah," aku Munif dan Tono.
Kini polisi tengah mengejar kawanan maling spesialisasi penggangsiran rumah. "Kasusnya masih saya dalami dulu. Yang jelas anggota tengah mengejar kawanan maling itu. Jika begini, alangkah baiknya siskamling dihidupkan kembali di kampung-kampung," kata Kasatreskrim AKP Nuramin.
(fat/fat)











































