Namun aksi nekat Sukenti ini juga menyeret kakaknya, Sutekno (17). Sang kakak ikut terjun ke sungai untuk menyelamatkan adiknya yang terjun lebih dahulu dari jembatan di Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Senin (11/4/2011). Namun naas, keduanya hilang tenggelam.
Di tengah pencarian yang dilakukan Tim SAR, polisi juga mengumpulkan keterangan dan barang bukti terkait aksi yang menggegerkan itu.
Sebab, sesuai keterangan beberapa saksi, Sukenti terjun ke Bengawan Solo setelah putus cinta dengan sang pacar yang diduga bernama Parjo, pemuda asal Kaliglonggong.
Dugaan itu semakin kuat setelah keluarga menemukan surat yang ditulis Sukenti. Tiga lembar kertas surat itu berisi kekecewaan korban.
Dalam kertas surat warna hijau yang ditemukan tertempel di dinding kamar korban tersebut tertulis, "Aku loro ati gara-gara Parjo, aku mati gara-gara diputus Parjo, Aku mati gara-gara Parjo cah Kaliglonggong".
"Pihak keluarga dan beberapa lembar surat cinta korban, serta tiga lembar surat di kertas warna hijau telah diamankan," kata Ipda Supardi, ketua tim SAR Brimob di lokasi.
Sementara pencarian dua korban yang melibatkan dua unit Tim SAR masih terus melakukan pencarian di sekitar Jembatan tempat pelajar SMK dan siswi SMP tersebut bunuh diri menceburkan diri. Termasuk pihak keluarga dan puluhan warga juga ikut melakukan pencarian dan berkerumun di sekitar lokasi.
"Pencarian terus kita lakukan," kata Ipda Supardi.
(gik/gik)










































