Diduga, korban nekat bunuh diri ketika penyakit kejiwaannya kambuh. Dari keterangan keluarga, korban memang pernah menderita kelainan jiwa sejak beberapa tahun silam.
"Mungkin karena penyakitnya kambuh sampai kang Widji nekat menecbur sumur hingga tewas seperti ini," kata Samsul, salah satu warga setempat di lokasi kejadian, Jumat (8/4/2011).
Selain keluarga dan sejumlah warga, petugas kepolisian juga nampak di lokasi setelah mendapat laporan. Usai mengevakusi korban, polisi juga memeriksa jenazah korban serta memeriksa sejumlah saksi.
"Dari pemeriksaan, memang tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di jenazah korban. Dugaan kuat, korban tewas akibat bunuh diri," terang AKP MT Ariyadi, Kasubag Humas Polres Bojonegoro.
Sedangkan dari keterang pihak keluarga, korban memang sejak lama mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan, pada Juni 2009 lalu Widji sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kertosono, Nganjuk.
Selain itu, aksi bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke dalam sumur juga pernah dilakukan Widji pada 4 April 2011 lalu, namun ketika itu aksinya ketahuan pihak keluarga hingga berhasil diselamatkan. Dan pada aksi keduanya kali ini, Widji benar-benar tewas setelah mencebur ke sumur tanpa sepengetahuan siapapun.
(bdh/bdh)











































