Rektor UMM: Teror Bom Sikapi Kebijakan Pemerintah

Rektor UMM: Teror Bom Sikapi Kebijakan Pemerintah

- detikNews
Kamis, 31 Mar 2011 17:03 WIB
Malang - Maraknya teror bom yang terjadi di beberapa daerah dinilai merupakan sebuah kecaman atas kebijakan pemerintah. Terutama pandangan pemerintah tentang politik luar negeri.

"Teror yang tengah terjadi sekarang, seperti menyadarkan pemerintah terkait kebijakannya, terutama tidak tegas masalah luar negeri," ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhadjir Effendy kepada detiksurabaya.com di Kampus UMM Jalan Raya Tlogomas Kamis (31/3/2011).

Analisa itu, kata dia, terkait dari sasaran pelaku teror, yakni beberapa figur ataupun lokasi teror dilakukan."Tujuannya hanya mengingatkan, bukan menyakiti," terangnya.

Ditanya apakah pelaku teror masih sama dengan jaringan teroris pernah dibekuk aparat kepolisian, Muhadjir memandang pelaku teror kali ini lebih berbeda. Terlihat dari aksi yang dilakukan serta kekuatan dari bahan peledaknya.

"Pelaku kayaknya lebih intelek, beda dengan yang dulu. Serta bahan baku peledak yang digunakan untuk hulu ledak ringan. Bukan eksplosif seperti dulu. Begitu juga soal sasaran lebih stegmatis. Bisa dibilang pelaku teror sekarang lebih sopan," tegasnya.

Masih tingginya aksi teror di negeri ini, dipandang dia juga, karena lemahnya kinerja inteljen. Menurunya, sistem kerja inteljen harus diubah dengan begitu derasnya aksi teror di tanah air.

Di masa lalu, inteljen sangat diakui kehebatannya. Berbeda dengan saat ini. "Ini juga bukti inteljen kita lemah," tuturnya. Meski demikian, dirinya menyakini dalam waktu dekat aparat keamanan segera berhasil mengungkap aktor teror ini.

(bdh/bdh)
Berita Terkait