Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Anang Taufik kepada detiksurabaya.com mengatakan, hingga saat ini areal tambak yang sudah terendam banjir mencapai kurang lebih 7.330 hektar sawah tambak.
"Itu jumlah total sawah tambak yang terkena banjir yang ada di 7 kecamatan," kata Anang, kepada wartawan di kantornya, Selasa (30/3/2011).
Sawah tambak yang terparah terkena banjir, ujar Anang, berada di Kecamatan Karang Binangun dan Kecamatan Glagah. Di kecamatan Karang Binangun mencapai 1.600 hektar dan Kecamatan Glagah yang mencapai 1.950 hektar.
Sedangkan untuk wilayah lain, lanjut Anang, adalah Kecamatan Kalitengah 1.246 hektar, Kecamatan Deket 1.083 hektar, Kecamatan Turi 1.055 hektar, Kecamatan Modo 368 hektar dan Kecamatan kota Lamongan 28 hektar.
Kerugian banjir yang mencapai Rp 14,6 Miliar tersebut, menurut Anang karena kebanyakan sawah tambak tersebut diisi ikan bandeng dan udang vaname yang sudah siap panen. "Sehingga kerugian terbesar memang dari sana," ujarnya.
Sementara, salah seorang petani tambak yang ada di Kecamatan Turi, Dono mengatakan, tambaknya yang berisi ikan bandeng dan udang vaname sudah hampir panen hilang karena diterjang banjir. "Kami memang sudah berusaha memasang jaring di tiap pematang tapi ternyata tidak cukup," ungkapnya.
Saat ini, Dono dan para petani lainnya hanya bisa pasrah menghadapi banjir kali ini. Mereka hanya berharap agar banjir cepat surut sehingga bisa segera memanen sisa ikan yang tersisa. "Kalau sekarang tidak bisa berharap hasil lebih," kata Dono dengan nada pasrah.
(bdh/bdh)










































