Manajer Persik Sunardi mengatakan, kepengurusan PSSI saat ini sudah sangat tidak diinginkan oleh pecinta sepak bola di tanah air. Indikasinya, permintaan revolusi disampaikan tidak hanya oleh segelintir orang, melainkan hampir seluruh rakyat Indonesia menghendakinya terjadi.
"Ini keinginan rakyat, keinginan pecinta bola tanah air dan bukan keinginan satu dua klub yang merasa dikecewakan PSSI," ungkap Sunardi, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Senin (28/3/2011).
Untuk mekanisme pembekuan Sunardi mengusulkan agar pemerintah, dalam hal ini Kementrian Pemuda dan Olah Raga melakukannya. Adanya ancaman FIFA akan membekukan kepengurusan dan keanggotaan sebuah negara, jika pemerintahan dianggap melakukan intervensi, justru dianggap sebagai awal yang baik.
"Kalau pendapat saya lebih baik dibekukan satu atau dua tahun, baru nanti dihidupkan lagi. Istilahnya lebih baik sekarang dihancurkan, nanti dibangun lagi bersama-sama," tegas Sunardi.
Sunardi menganggap Kemenegpora memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pembekuan terhadap kepengurusan PSSI. Selain karena PSSI berada di bawah naungannya, masih adanya anggaran yang dikucurkan sudah semestinya menjadikan PSSI tunduk.
Meski demikian Sunardi meminta agar saran yang disampaikannya dijalankan sebagai pilihan terakhir. Untuk perbaikan atas tatanan sepak bola yang saat ini sudah terlanjur rusak, direktur di sebuah perusahaan produsen pupuk tersebut meminta agar individu-indvidu dalam kepengurusan PSSI sekarang legowo. Mereka yang saat ini duduk dalam kepengurusan PSSI diminta meletakkan jabatan, dan menyerahkan kepada yang memiliki kompetensi melakukan perbaikan.
"Mereka selalu bilang ingin melakukan perbaikan sepak bola. Nah sekarang kan sudah terbukti gagal, sudah seharusnya mereka legowo dengan keadaan yang ada," pungkas.
(a2s/bdh)











































