"Sejak pagi tadi, arus lalu lintas dari arah Surabaya ke arah Lamongan yang akan melintasi di Desa Watang Rejo, kita alihkan ke jalur pantura," kata Brigadir Neneng, petugas Regional Traffic Management Centre (RTMC) Ditlantas Polda Jatim, saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (27/3/2011).
Dari informasi yang dihimpun, kawasan Watang Rejo terendam banjir dari luapan Kali Lamong sejak Minggu dini hari. Banjir tersebut meredam jalan raya yang menghubungkan ke Lamongan atau Surabaya. Hingga pukul 11.20 WIB, jalur tersebut masih terendam banjir.
Neneng mengatakan, selain badan jalan terendam air, banyak masyarakat dan pengguna jalan yang berhenti, untuk mencari ikan yang terlepas dari tambak. "Tambak ikan kan juga terendam banjir sehingga ikannya lepas semua. Kemacetan itu juga disebabkan banyaknya warga yang mencari ikan di jalan," tuturnya.
Meski terendam banjir, jalur tersebut masih bisa dilalui kendaraan dari arah Lamongan menuju ke Surabaya. Sedangkan, dari arah Surabaya ke Lamongan, kepolisian dari Polres Gresik mengalihkan arus menuju ke jalur pantura. Pengalihan itu juga dilakukan di exit tol Bunder. Pengguna jalan yang akan melintas ke arah Lamongan melalui tol Bunder, dialihkan ke tol Manyar. Sedangkan pengguna jalan yang ingin menuju ke Kota Gresik, diperbolehkan keluar dari tol Bunder.
"Yang dari Lamongan bisa melintas merambat. Sedangkan dari arah Surabaya tetap dialihkan ke arah pantura. Pengalihan arus itu dilakukan untuk menghindari kemacetan dan penumpukan kendaraan," jelasnya.
Ketika ditanya, kapan arus lalu lintas di Desa Watang Rejo dibuka, Neneng mengatakan, tergantung situasi dan kondisi di lapangan. "Kalau banjir sudah surut, dan tidak terjadi macet, mungkin arus bisa dibuka lagi," terangnya.
(bdh/bdh)











































