"Saya tidak percaya dia itu teroris, dia pendiam kok disini dan ngak banyak bicara," ungkap Sunarto, tetangga David saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Jumat (25/3/2011).
Di lingkungannya Dusun Krajan, David dikenal ramah bahkan suka menyapa tatangganya. Bahkan seminggu sekali David juga rajin ikut pengajian yang diadakan oleh warga dusun. "Dia ikut pengajian dengan warga sini dan tidak pernah ada orang luar bersama dia," tambah Sunarto.
Pendapat serupa dilontarkan Dian, kakak kandung David. Setiap hari khususnya setiap pagi David pergi ke sekolah dan ketika jam istirahat biasanya dia keluar sekolah hanya untuk menengok warung kopi miliknya.
Bahkan, tambah Dian, sebelum ditangkap Densus 88, tidak terlihat kegelisahan di wajah David. Hingga tahu-tahu, adiknya ditangkap karena dituduh sebagai penyebar teror.
Dari informasi yang dihimpun, David disergap Tim Densus 88 Anti Teror berpakaian preman saat hendak menuju warung kopi miliknya, Jumat (25/3/2011) pukul 09.00 WIB. Setelah itu David langsung dibawa ke Polsek Jenggawah.
(bdh/bdh)











































