"Dia tadi bilang mau keluar sebentar, lantas ada kabar David ditangkap dan kami semua terkejut," kata Sairul Atok, salah seorang rekan guru David, kepada detiksurabaya.com saat ditemui di Madrasah Tsanawiyah.
Atok dan guru sekolah lainnya hanya mengetahui jika David mulai pagi hari dicari oleh beberapa orang berpakaian preman, namun tidak menjelas apa maksud pencarian itu. "Selain menjadi guru, David juga tercatat sebagai staf bagian tata usaha Madrasyah Ma'arif NU Unggulan," tambah Antok.
Sedangkan pihak keluarga David terkejut dengan penangkapan tersebut. Mereka baru mengetahui setelah beberapa anggota Densus 88 berpakaian preman menggeledah kamar milik David. "Semua di dalam kamar digeledah termasuk lemari pakaian ini," ungkap Dian, kakak David saat ditemui di rumahnya di Dusun Krjan, Kecamatan, Jenggawah.
Hingga kini keluarga belum mengetahui keberadaan David. Petugas yang menggeledah rumah hanya menyebut David berada di Polsek Jenggawah. "Tadi bilangnya cuma ada di Polsek saja kok. Dia dibawa katanya mengirim SMS ke gedung besar di Surabaya gitu," ungkap Dian muka sedih.
Sementara pihak Polsek Jenggawah maupun Polres Jember belum mengeluarkan pernyataan resmi apakah petugas yang menyergap David berasal dari Detasemen khusus 88 atau bukan. "Silahkan ke polres saja," ungkap salah satu anggota di Polsek Jenggawah.
Dari informasi yang dihimpun, David disergap Tim Densus 88 Anti Teror berpakaian preman saat hendak menuju warung kopi miliknya, Jumat (25/3/2011) pukul 09.00 WIB. Setelah itu David langsung dibawa ke Polsek Jenggawah.
(bdh/bdh)











































